Siapa Pembuat Onar Kaum Muslim ?

Seluruh tulisan diambil dari situs : NU On line

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf menilai, perjuangan KH Wahab Chasbullah masih bisa dirasakan umat Islam hingga saat ini. Salah satu jasa Mbah Wahab adalah aksi nyatanya dalam menggagalkan rencana pembongkaran makam Rasulullah oleh kerajaan Arab Saudi waktu itu.
“Dengan komite Hijaznya Mbah Wahab berangkat melakukan lobi-lobi pada kerajaan Arab untuk tidak membongkar makam Rasul. Dan akhirnya sampai sekarang makam itu masih ada tidak dibongkar,” beber pria yang akrab disapa Gus Ipul ini dalam acara puncak Haul ke-43 KH Wahab Chasbullah di Jombang, Sabtu (6/9).Tak hanya itu, menurut Gus Ipul, upaya Saudi untuk mengekang kebebasan bermadzhab juga berhasil diurungkan Mbah Wahab yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama ini. Diperbolehkannya jamaah haji menjalankan ibadah sesuai madzhabnya, lanjutnya, juga tak lepas dari perjuangan Mbah Wahab.Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini juga meminta umat Islam bisa meneladani perjuangan KH Wahab Chasbullah dalam memperjuangkan agama dan bangsa. Baginya, KH Wahab telah mengajarkan berjuang untuk membela tanah airnya sendiri daripada pergi berjihad ke negara lain.

“Seharusnya umat Islam mau meneladani apa yang telah dilakukan oleh Mbah Wahab. Kalau kita mau meneladani beliau, maka umat Islam khususnya Indonesia tidak perlu berjuang ke Iraq atau syiria,” ujarnya menyinggung mereka yang mengikuti ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) untuk berjihad di Irak dan Syiria.

Gus Ipul yang juga salah satu ketua PBNU ini menambahkan, sosok KH Wahab Chasbullah merupakan pejuang sejati. Mbah Wahab tidak hanya berjuang di belakang meja tetapi juga ikut turun  langsung memimpin perlawanan terhadap penjajahan bangsa Indonesia. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Yang Utak Atik  Makam Nabi Muhammad S.A.W

Kiai muda asal Majalengka Jawa Barat KH Maman Imanulhaq menegaskan NU dan PKB akan terus mengkritisi isu pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW. Alasannya, karena kelahiran Nahdlatul Ulama salah satunya adalah memprotes tindakan Arab Saudi yang ketika itu menggusur makam para wali dan situs-situs bersejarah.

Penegasan ini dikatakan Kang Maman, sapaan akrabnya, usai pertemuan tertutup antara jajaran pengurus PKB dengan pihak Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Pertemuan tersebut digelar di lantai 1 Graha Gus Dur Jl Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat, Senin (8/9) siang.

“Sejarah mencatat saat itu Komite Hijaz yang dipimpin KH Wahab Hasbullah memiliki misi menggagalkan pembongkaran makam nabi. Ini menjadi pelajaran besar bagi Arab Saudi untuk lebih menghargai nilai-nilai tradisi dan penghargaan terhadap madzhab-madzhab yang berbeda,” ujar Kang Maman.

Menurut dia, Saudi tidak bisa hidup sendirian dengan paham yang sangat skriptualis tetapi harus mengakomodasi paham mainstream, yakni Aswaja. “Karena kita yakin bahwa Saudi sebagaimana Indonesia akan berperan penting dalam menjadikan Islam sebagai spirit untuk perubahan dan perdamaian,” ujarnya.

Kalau hal itu bisa dilakukan, Kang Maman berkeyakinan, Arab Saudi dan Indonesia akan menjadi negara besar untuk menciptakan sebuah tatanan dunia global yang lebih baik. Bagi dia, upaya tabayun yang dilakukan kedua belah pihak menjadi mekanisme yang menarik, bahwa isu-isu keumatan tidak langsung direspons secara emosional.

“Tetapi harus ada dialog dari pihak-pihak tertentu. Yang kedua, kita harus lebih dewasa yang isu itu masuk dalam konteks yang lebih luas,” tegasnya.

Kang Maman menambahkan, harus diupayakan agar tidak selalu muncul isu yang sama. “Karena isu ini selalu muncul belakangan. Tahun lalu muncul, sekarang muncul. Bisa jadi tahun depan dan kapan-kapan akan muncul lagi.”

Ia ingin memberikan sebuah ibrah bahwa publik harus bersabar menanggapi isu dan bisa mengawal agar isu itu tidak terulang kembali. “Jangan habiskan energi umat untuk isu-isu yang tidak jelas. Jangan sakiti umat untuk sekedar konflik yang tidak penting. Kami yang menjadi pelayan warga NU ingin mengajak semua untuk mengedepankan dialog,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hasyim Muzadi, menyatakan Arab Saudi akan hancur jika mengikuti keinginan kelompok Wahabi atau siapa pun yang ingin memindahkan makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi.

“Saudi bakal hancur jika itu dituruti,” kata Hasyim Muzadi kepada pers seusai tampil dalam forum Halaqah Pimpinan Pesantren dan Tokoh Pendidikan Islam, di Jambi, Rabu.

Menurut Hasyim gagasan memindahkan makam Nabi harus ditentang oleh seluruh umat Muslim di dunia. Ia mengakui memang beberapa tahun lalu pernah mengemuka pemindahan makam Nabi Muhammad yang dilatarbelakangi pemikiran Wahabiyah.

Bahkan, katanya, seluruh situs-situs yang bersejarah itu akan dihancurkan, dalam pandangan Wahabiyah karena hal itu syirik.

Padahal, menurut Hasyim, itu tidak betul karena justru situs-situs itu penting untuk sejarah. Kalau keinginan itu sekarang ingin diulang lagi, seluruh umat Islam di dunia harus menentang.

Menurut dia, pemerintah Indonesia bersama kekuatan organisasi Islam lainnya harus bisa menolak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan seluruh ulama di Indonesia.

Hasyim menilai rencana pemindahan makam Nabi itu dapat dimungkinkan sebagai manuver dari kelompok tertentu untuk menimbulkan keguncangan di kalangan umat Islam.

Pernyataan serupa sebelumnya juga dikemukakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta. Ia menyatakan mengecam keras rencana pembongkaran dan pemindahan makam Nabi Muhammad SAW yang belakangan kembali mengemuka.

“Dari dulu sampai sekarang, kami menolak keras, mengecam keras (pembongkaran) itu,” kata Said Aqil Siroj.

PBNU akan mendorong Pemerintah Indonesia untuk ikut bereaksi menolak rencana pembongkaran dan pemindahan makam Nabi Muhammad SAW.

“PBNU akan bersurat ke Presiden, meminta agar Indonesia menyurati Pemerintah Arab Saudi, mengingatkan untuk tidak membongkar makam Nabi Muhammad SAW,” kata Said Aqil. (antara/mukafi niam)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s